Entah mengapa aku menyukainya
Menyukai sikapnya, menyukai kebiasaannya, menyukai kesederhanaannya, bahkan menyukai gaya bicaranya.
Seseorang yang kukenal di sekolah sejak bulan Juli. Entah mengapa pertemuan itu begitu singkat. Ingin rasanya waktu terulang kembali. Namun apa daya, yang lalu biarlah berlalu.
Ia begitu mirip. Seperti apa yang aku impikan dari dulu. Berkulit putih, tidak berkaca mata, tinggi, dan yaa....seperti tipe - tipe lainnya.
Tulisannya yang naik turun seperti anak SD, berjalan tegap dan lurus, tak menghiraukan apa yang ada di depannya, dan itulah yang membuatku kagum.
Namun, sampai kapanpun, rasa ini akan tetap tersimpan kecuali keajaiban dan kesempatan datang menghampiriku.
Yang ku tau, Hanya ada 2 pilihan, yang pertama, melupakan rasa ini dan melupakan segala harapan - harapan yang ia beri kemudian berpura-pura seolah tidak terjadi apa - apa. Yang kedua, menunggunya datang dan mengungkapkan apa yang aku rasakan.
Terlihat sederhana, tapi nyatanya membutuhkan waktu yang lama :"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar